---- B e r i t a ~~~ S e m a s a ---

Selamat Menyambut Tahun Baru 2016 semoga kita sentiasa mendapat keberkatan Allah.

Thursday, December 24, 2009

Muflis

Sewaktu kegawatan, ramai yang mengalami kesulitan. Malah, ada yang jatuh muflis atau bankrap. Nabi Muhammad saw pernah bertanya kepada para sahabat: "Tahukah kalian tentang orang yang muflis?" Mereka menjawab: "Wahai Rasulullah, mereka dalam pandangan kami adalah orang yang tak punya satu dirham pun dan tak punya barang atau harta."

Rasulullah saw bersabda: "Al-Muflis atau orang yang bangkrap itu bukan demikian, melainkan orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amal) kebaikannya sebesar gunung. Tapi dia pernah menganiaya orang dan melanggar kehormatan.
Lalu pihak-pihak yang dizalimi ini mengambil seluruh kebaikannya (untuk menutupi dosa-dosa keburukan mereka), maka dia akan mengambil (dosa-dosa) keburukan mereka (yang telah dizaliminya) untuk ditanggungnya. Lalu, dia benar-benar dihentam dengan keras ke neraka." -- Syakhshiyyah Islamiyyah juz II/294, karya An-Nabhani.

Kezaliman yang berlangsung di dunia fana ini sangat beragam jenisnya, tetapi intinya sama: merebut atau menganiaya hak orang lain. Penganiayaan itu boleh berupa caci-maki, cubitan, tipuan, ghibah, membunuh dan segala gangguan terhadap badan, kekayaan dan kehormatan.

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi saw bersabda: "Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf)-nya kini juga sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal saleh, maka akan diambil menurut penganiayaannya, dan jika tidak mempunyai hasanah (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dianiaya untuk ditanggungkan kepadanya." - Muttafakun 'alaih (H.R. Bukhari-Muslim)

Ayatul Qursi

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Aku ditugaskan Rasulullah saw. untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadhan. Tiba-tiba datanglah seseorang kepadaku, dan mengambil sedikit dari zakat itu. Maka aku menangkapnya seraya berkata, 'Kamu akan ku adukan kepada Rasulullah.'

Orang itu berkata, 'Biarkan aku, sesungguhnya aku orang miskin, punya banyak anak.' Maka aku pun melepaskannya. Pada keesokan harinya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawanan mu kelmarin?' Aku menjawab, 'Ya Rasulullah, dia mengadukan kemiskinannya dan keluarganya yang banyak, maka aku kasihan dan aku membebaskannya. '


Nabi bersabda, 'Sesungguhnya orang itu berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.' Saya sedar bahawa orang itu akan kembali kerana Rasulullah saw. mengatakannya. Maka aku pun mengintipnya. Ternyata dia datang untuk mengambil makanan. Maka aku menangkapnya lagi seraya berkata, 'Sungguh aku akan mengadukan mu kepada Rasulullah saw.'


Dia berkata, 'Lepaskanlah aku, sesungguhnya aku sangat susah dan punya keluarga yang banyak, saya tidak akan kembali.' Maka aku pun merasa kasihan dan membebaskannya lagi.

Keesokan harinya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Hai Abu Hurairah, apa yang telah dilakukan tawananmu kelmarin?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia mengadukan kemiskinan dan jumlah keluarganya yang banyak, maka aku pun jatuh kasihan dan membebaskannya lagi.'

Nabi bersabda, 'Sesungguhnya dia berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.' Maka pada yang ketiga kalinya aku mengintipnya. Dia datang mengambil makanan. Segera aku menangkapnya seraya berkata: 'Sungguh aku akan mengadukan mu kepada Rasulullah saw. Ini adalah yang ketiga kalinya. Kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan kembali, namun nyatanya kembali lagi.'

Dia berkata, 'Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang dengannya kamu akan beroleh manfaat dari Allah.' Saya bertanya: 'Kalimat apakah itu?' Dia berkata: 'Apabila kamu hendak tidur, maka bacalah ayat Qursi. 'Maka Allah akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga pagi.'

Maka akupun membebaskannya. Keesokan hari, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Apa yang telah dilakukan oleh tawanan mu kelmarin?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberiku manfaat, maka aku pun melepaskannya. ' Beliau bertanya, 'Kalimat apakah itu?' Saya menjawab,'Dia berkata kepadaku, 'Apabila kamu akan tidur, maka bacalah ayat Qursi.'

Dia berkata kepadaku, 'Allah akan sentiasa menurunkan pelindung bagimu dan syaitan tidak akan mendekati mu hingga pagi.' Maka Nabi saw. bersabda, 'Dia telah berkata benar kepadamu, walaupun sebenarnya dia adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah dengan siapa kamu berbicara selama tiga malam itu?' Saya menjawab tidak. Nabi bersabda, 'Dia adalah syaitan.'" - HR Bukhari

Rasulullah s.a.w. bersabda "Apabila engkau duduk di tempat tidurmu maka bacalah ayat Qursi hingga akhir. Sesungguhnya atas dirimu akan sentiasa ada pengawal daripada Allah dan syaitan tidak akan mendekatimu sehingga pagi." - Sahih Muslim.