---- B e r i t a ~~~ S e m a s a ---

Selamat Menyambut Tahun Baru 2016 semoga kita sentiasa mendapat keberkatan Allah.

Friday, February 5, 2010

La Tahzan - Fikirkanlah dan Syukurilah

Ertinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Kerana Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari hujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.

Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya. (QS. Ibrahim: 34)
Kesihatan badan, keamanan negara, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, kita memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyedarinya. Kita menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.
Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin. (QS. Luqman: 20)

Kita memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.

Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman: 13)

Apakah kita mengira bahawa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang mudah, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah kita mengira bahawa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya tidak kuat dan suatu ketika patah?

Maka sedarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar kita masih ramai yang tidak boleh tidur kerana sakit yang mengganggunya? Pernahkah kita merasa nista manakala dapat menyuap makanan lazat dan minuman dingin saat masih ramai orang di sekitar kita yang tidak mampu makan dan minum kerana sakit?

Coua fikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan kita dari ketulian. Cuba renungkan dan raba kembali mata kita yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit kita yang bebas dari penyakit kusta dan sopak.

Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak kita yang selalu sihat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. Adakah kita ingin menukar mata kita dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran kita seharga perak satu bukit?

Apakah kita mahu membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah kita, hingga kita bisu? Mahukah kita menukar kedua tangan kita dengan untaian mutiara, sementara tangan kita kudung?

Begitulah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi kita tidak menyedarinya. Kita tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun kita masih mempunyai nasi hangat untuk dimakan, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur, dan kesihatan untuk terus berkerja.

Kita acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah tergoncang hanya kerana kerugian. Padahal, sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jambatan pengantar kebahagian, kurnia kenikmatan, dan lain sebagainya.

Maka fikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!

Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan. (QS. Adz-Dzariyat: 21)

Fikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesihatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling kita.

Dan janganlah termasuk golongan Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya. (QS. An-Nahl: 83)

Thursday, February 4, 2010

Sambungan La Tahzan - Allah

Allah: Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.

Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (QS. Maryam: 65)

Allah: Milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.

Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS. Ghafir: 16)

Allah: Dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan. Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah. (datangnya). (QS. An-Nahl: 53)

Allah: Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan. Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tenteram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa ngantuk dari-Mu yang mententeramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayahMu.

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secerah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu. Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.

Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Wednesday, February 3, 2010

Sedikit Petikan dari La Tahzan (Jangan Bersedih)


Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.(QS. Ar-Rahman: 29)



Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"



Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"



Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"



Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"



Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"



Ketika bumi terasa menyempit disebabkan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:"Ya Allah!"



Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gelita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah. Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menitis penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang mengundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.



Setiap dini hari menjelang, tadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya.



Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, saraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kukuh.



Kerana, Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya. (QS. Asy-Syura: 19)